THEISMILENEWS.com - MEDAN, Peningkatan Erupsi Gunung Sinabung harus menjadi perhatian dan tetap waspada, pemerintah juga harus siaga dan mwmberikan perioritas terhadap kesehatan dan keselamatan warga dengan menempatkan pengungsian.
Hal ini diharapkan Anggota DPRD Sumatera Utara (Sumut) dari Fraksi PKS Dr H Ahmad Darwis kepada wartawan, Rabu (1/9/2026) di ruang kerjanya gedung DPRD Sumut.
Ahmad Darwis mendesak pemerintah dan seluruh pihak terkait agar mempercepat langkah mitigasi serta memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang valid mengenai perkembangan aktivitas Gunung Sinabung.
“Penanganan dan mitigasi harus segera dilakukan. Masyarakat juga harus terus diimbau agar lebih berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan. Informasi yang diterima warga harus bersumber dari pemerintah dan pihak yang berwenang,” tegas Ahmad Darwis.
Menurutnya, kondisi erupsi tidak boleh dianggap sepele. Terlebih, aktivitas gunung api dapat mengalami peningkatan sewaktu-waktu sehingga langkah antisipasi harus dilakukan sejak dini.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga kesehatan, terutama dengan menggunakan masker guna mengurangi risiko gangguan akibat paparan abu vulkanik.
Ahmad Darwis menilai pemerintah harus bergerak cepat dalam menangani kondisi di lapangan. Jangan sampai penanganan baru dilakukan secara maksimal setelah jumlah korban atau dampak bencana semakin besar.
“Jangan menunggu korban semakin banyak baru dilakukan eksekusi. Kalau memang sudah ada beberapa desa yang diungsikan, maka penanganannya harus benar-benar dipersiapkan dengan baik,” ujarnya.
Selain keselamatan masyarakat, Ahmad Darwis juga menyoroti keberlangsungan pendidikan anak-anak yang terdampak erupsi. Menurutnya, keselamatan harus ditempatkan di atas segala kepentingan, termasuk kegiatan belajar mengajar secara formal di sekolah.
Jika kondisi tidak memungkinkan anak-anak bersekolah seperti biasa, ia mendorong pemerintah menyiapkan pola pembelajaran di lokasi pengungsian dengan manajemen yang baik.
“Kalau keselamatan belum memungkinkan untuk anak-anak datang ke sekolah, jangan dipaksakan. Keselamatan lebih utama. Namun, kalau memungkinkan, kegiatan belajar mengajar tetap berjalan di pengungsian dengan pola yang tidak harus formal seperti di sekolah,” katanya.
Dengan demikian, lanjut Ahmad Darwis, anak-anak tetap mendapatkan pendidikan sekaligus terhindar dari risiko yang dapat membahayakan keselamatan mereka.
Ia menambahkan, pemerintah juga perlu memperhatikan kondisi psikologis anak-anak yang berada di pengungsian. Situasi bencana dapat menimbulkan rasa takut dan kecemasan sehingga mereka membutuhkan pendampingan serta suasana yang aman.
“Kalau memang tidak memungkinkan, kesehatan dan keselamatan harus lebih utama. Anak-anak bisa berada di rumah keluarga atau tempat yang lebih aman. Yang penting mereka terlindungi,” ujarnya.
Ahmad Darwis menegaskan, mitigasi bencana bukan sekadar tindakan ketika bencana terjadi, tetapi upaya mencegah agar dampaknya tidak semakin besar.
“Pencegahan lebih baik daripada pengobatan. Selain menyelamatkan manusia, pencegahan juga jauh lebih ringan dibandingkan harus menangani korban dan kerugian yang semakin besar,” katanya.
Ia berharap seluruh pihak tidak lengah menghadapi perkembangan aktivitas Gunung Sinabung. Pemerintah, masyarakat, dunia pendidikan, tenaga kesehatan, serta seluruh unsur terkait harus bergerak bersama dengan mengutamakan keselamatan dan kemanusiaan.
“Yang paling utama adalah keselamatan masyarakat. Jangan dianggap sepele. Selama masih ada potensi peningkatan aktivitas, kewaspadaan harus terus dijaga,” pungkasnya.(Cut)
